
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Joneri Sihite, akhirnya mengakui bahwa suara dalam rekaman yang diduga menghina organisasi GAMKI adalah miliknya. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga besar GAMKI.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Joneri saat bertemu dengan jajaran pengurus GAMKI Sumatera Utara di sebuah kafe di Kota Medan, Jumat (20/2/2026) malam. Ketua GAMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu, bersama sejumlah pengurus lainnya hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengklarifikasi isi rekaman yang sempat beredar. Dalam suasana yang kondusif, kedua pihak saling berjabat tangan dan menyatakan saling memaafkan.

Joneri menjelaskan bahwa pernyataan dalam rekaman itu terlontar saat dirinya berada dalam kondisi emosi. Ia mengakui ada ucapan yang bernada merendahkan GAMKI dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh kader GAMKI, baik di Sumatera Utara maupun di tingkat nasional. Ia berharap kejadian ini menjadi bahan introspeksi agar ke depan lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama terkait organisasi maupun individu lain.
Dalam kesempatan itu juga terungkap bahwa Joneri sempat melaporkan pihak yang merekam percakapan tersebut. Namun, setelah pertemuan dan klarifikasi berlangsung, ia menyatakan tidak akan melanjutkan persoalan tersebut ke ranah hukum.
Sebelumnya, beredar rekaman suara yang diduga milik Joneri yang membandingkan GAMKI dengan Golkar dan menyebut GAMKI sebagai organisasi kecil. Pernyataan tersebut menuai respons dari Ketua GAMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu, yang menyayangkan ucapan itu dan mendesak agar Joneri segera meminta maaf. GAMKI pun menyatakan akan menunggu itikad baik dari yang bersangkutan dalam beberapa hari ke depan.











