Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan di PLN Kisaran, Tuntut Transparansi dan Keadilan

Daerah, Nasional620 Views

SEKILAS SUMUT– Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Lembaga se-Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kisaran, Jumat (20/6/2025). Aksi yang berlangsung panas itu menarik perhatian publik setelah massa membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik menyimpang di lingkungan kerja PLN.

Sambil membawa spanduk dan berorasi secara lantang, massa menuntut agar pimpinan PLN ULP Kisaran, Fadly Umawi, segera dievaluasi. Koordinator aksi, Risky Nur Aldiyansyah, menyoroti dugaan pungutan liar (pungli) oleh petugas P2TL dan penjualan kabel tembaga bekas milik negara yang dinilai menguntungkan pribadi.

“Ini bukan hal sepele, tapi persoalan serius yang merugikan negara dan masyarakat,” tegas Risky.

Selain pungli, mahasiswa juga menyoroti keberadaan jaringan wifi ilegal yang memanfaatkan tiang listrik PLN. Mereka menilai praktik tersebut sebagai bentuk gratifikasi tersembunyi dan mencoreng citra PLN di mata masyarakat.

Tak hanya itu, massa juga menuntut kejelasan terkait pemecatan seorang petugas PLN yang dinilai bekerja secara profesional, namun diduga diberhentikan tanpa alasan jelas. Mereka menilai hal itu sebagai bentuk ketidakadilan dan memperburuk kepercayaan publik terhadap manajemen.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Kepala ULP PLN Kisaran, Fadly Umawi, menyampaikan bahwa laporan dari masyarakat dan mahasiswa sedang ditangani secara serius. Ia menyebut tim investigasi internal telah dikerahkan untuk menindaklanjuti semua temuan.

“Semua laporan kami proses sesuai prosedur, dan jika terbukti, kami akan ambil langkah tegas,” ujarnya.

Terkait isu pemecatan, Fadly membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa petugas yang dimaksud masih bekerja di vendor rekanan PLN dan tidak ada pemutusan hubungan kerja.

“Informasi soal pemecatan itu keliru. Kami sudah cek ke vendor, dan yang bersangkutan masih aktif bekerja,” jelasnya.

Aksi mahasiswa berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Setelah menyampaikan tuntutan dan menerima tanggapan dari pihak PLN, massa membubarkan diri dengan damai. Namun, mereka menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas.

“Kami akan terus mengawal sampai kebenaran terbuka dan PLN bertindak sesuai prinsip integritas,” tutup Risky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *