SEKILAS SUMUT– Puasa selama bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam, sebagaimana ditetapkan dalam rukun Islam. Namun, sering kali ditemukan individu yang menjalankan puasa tetapi tidak melaksanakan sholat lima waktu. Padahal, sholat merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 103 yang menegaskan bahwa sholat telah ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman.
Dalam kitab *Fikih Empat Madzhab Jilid 1* karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Yang membedakan seseorang di antara kalian dengan orang kafir adalah meninggalkan sholat.” (HR Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya sholat dalam Islam, bahkan disebut sebagai amalan pertama yang akan dihisab di akhirat.
Bagaimana Hukum Puasa Tanpa Sholat?
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum puasa seseorang yang tidak melaksanakan sholat. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berpendapat bahwa puasa seseorang yang meninggalkan sholat tidak diterima. Menurutnya, meninggalkan sholat merupakan bentuk kekafiran dan kemurtadan, sebagaimana dijelaskan dalam QS At-Taubah ayat 11. Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan bahwa orang yang bertaubat, menegakkan sholat, dan membayar zakat adalah saudara seagama.
Hadis lain juga menguatkan pandangan ini, seperti sabda Rasulullah SAW yang menyebut bahwa sholat adalah pembeda antara seorang Muslim dan kafir. Pendapat ini juga dianut oleh mayoritas sahabat Nabi, yang bersepakat bahwa meninggalkan sholat merupakan tanda kekafiran.
Namun, ada pula ulama yang berpendapat bahwa seseorang yang masih berpuasa tetapi meninggalkan sholat karena malas atau lalai tetap dihitung sebagai Muslim. Meski begitu, puasanya dianggap tidak memiliki nilai dan pahalanya berkurang secara signifikan.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa Allah SWT tidak membutuhkan puasa seseorang yang tetap melakukan maksiat, termasuk berkata kasar atau mencuri. Jika puasa tidak menjauhkan seseorang dari perbuatan buruk, maka puasa tersebut kehilangan maknanya.
Sementara itu, Buya Yahya menilai bahwa seseorang yang masih berpuasa meski tidak sholat tetap memiliki harapan untuk kembali menjalankan ibadah dengan lebih sempurna. Menurutnya, yang lebih buruk adalah mereka yang meninggalkan kedua ibadah tersebut. Oleh karena itu, sesama Muslim hendaknya tidak menghakimi atau merendahkan mereka yang belum sempurna dalam beribadah, melainkan mendoakan agar mereka mendapat hidayah untuk menunaikan sholat dan melengkapi ibadah puasanya.
Meskipun ada perbedaan pandangan, semua ulama sepakat bahwa meninggalkan sholat adalah dosa besar, dan mereka yang berpuasa tetapi tidak sholat berisiko kehilangan nilai ibadahnya. Oleh karena itu, sebaiknya setiap Muslim berusaha menjalankan kedua ibadah ini dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan pahala dan keberkahan di bulan Ramadan.













