Mahasiswi Sumut Suarakan Keadilan: “Hentikan Kekerasan Seksual Sekarang!”

Berita, Nasional105 Views

SEKILAS SUMUT– Puluhan mahasiswi yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Cipayung Plus Sumatera Utara mengadakan aksi damai bertema “Indonesia Darurat Pelecehan” di depan Pos Bloc Medan pada Jumat, 20 Juni 2025.

 

Dalam aksi tersebut, Khairunnazwa Simanjuntak selaku Koordinator Aksi menyampaikan pernyataan tegas mengenai tingginya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Aliansi tersebut menekankan pentingnya menjaga martabat perempuan serta menghentikan segala bentuk kekerasan seksual. Mereka menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya tindakan pelecehan, termasuk insiden terbaru yang menimpa Kahiyang Ayu, istri Gubernur Sumut, di media sosial.

Khairunnazwa menyebutkan bahwa tindakan tersebut bukan hanya menyerang secara personal, tetapi juga menjadi cerminan dari budaya misoginis yang masih berkembang di ruang publik dan dunia maya. Ia juga menggarisbawahi bahwa bahkan perempuan dengan posisi dan status tinggi pun tidak terlepas dari ancaman pelecehan.

Dalam pernyataan sikapnya, para peserta aksi menyampaikan lima tuntutan utama:

  1. Menuntut pelaku pelecehan terhadap Kahiyang Ayu segera ditangkap dan diproses hukum dengan sanksi tegas.
  2. Mendesak penyelesaian menyeluruh terhadap kasus-kasus kekerasan seksual di Sumut, termasuk yang terjadi di kampus, tempat umum, dan ranah digital.
  3. Meminta aparat penegak hukum dan pemerintah untuk berpihak pada korban dan menegakkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) secara adil.
  4. Membentuk forum advokasi dan bantuan hukum di bawah Aliansi Perempuan Cipayung Plus Sumut guna mendampingi para korban.
  5. Mengajak masyarakat luas membangun budaya yang aman, adil, dan bebas dari ujaran seksis serta kebencian terhadap perempuan, khususnya di media sosial.

Aksi damai ini ditutup dengan seruan kuat kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak tinggal diam terhadap pelecehan terhadap perempuan.

“Hari ini Kahiyang Ayu menjadi korban. Besok, bisa siapa saja. Jika perempuan dengan status tinggi saja bisa dilecehkan, maka perempuan lain dengan akses terbatas tentu menghadapi risiko yang lebih besar,” ujar Khairunnazwa.

Dengan semangat solidaritas, para mahasiswi menyerukan agar Sumatera Utara menjadi wilayah yang aman dan bermartabat bagi seluruh perempuan. Seruan aksi pun diakhiri dengan yel-yel: “Hidup Perempuan! Hidup Keadilan! Tolak Kekerasan Seksual!”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *