KPK Periksa Delapan Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Madina

Berita, Nasional290 Views

SEKILAS SUMUT– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang sebelumnya terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada akhir Juni 2025.

Pada Rabu (16/7/2025), KPK memanggil dan memeriksa delapan orang saksi di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara, yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Medan. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari proses pendalaman terhadap perkara yang menjerat Topan Obaja Putra Ginting (TOP) bersama empat tersangka lainnya.

Informasi mengenai pemeriksaan ini dibenarkan oleh Kepala Humas KPK RI, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi oleh wartawan Mistar. “Benar,” ujarnya singkat saat diwawancarai siang tadi.

Adapun delapan saksi yang diperiksa KPK memiliki berbagai jabatan penting dan keterkaitan langsung dengan proyek yang sedang diselidiki. Mereka adalah EYS, yang menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas PUPR Mandailing Natal; NTL, dari Kelompok Kerja (Pokja) PUPR; serta ISB, seorang pengurus rumah tangga yang diduga mengetahui informasi relevan.

Selain itu, turut diperiksa juga MJSN, Bupati Mandailing Natal periode 2021–2025; TFL, Komisaris PT Dalihan Natolu; MRM, Bendahara di perusahaan yang sama; MH, Direktur sekaligus pemegang saham PT Rona Na Mora; dan SAM, yang menjabat sebagai Wakil Direktur PT Dalihan Natolu.

Meski begitu, Budi enggan mengungkapkan detail materi pemeriksaan yang dijalani para saksi. Ia menegaskan bahwa proses penyidikan terhadap TOP dan pihak-pihak terkait masih terus berlangsung. “Untuk materi, belum bisa kami sampaikan,” ujarnya.

Ketika ditanya kemungkinan adanya pengembangan tersangka baru dalam kasus ini, Budi meminta publik menunggu hasil penyidikan lebih lanjut. “Kita lihat saja nanti perkembangannya,” tambahnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi pada pukul 15.00 WIB menunjukkan situasi di Kantor BPKP Sumut tampak tenang dan tanpa aktivitas yang mencolok. Beberapa wartawan yang hadir juga tidak diizinkan masuk ke dalam area pemeriksaan, sehingga suasana terlihat tertutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *