SEKILASSUMUT– Effendi Simbolon mengimbau masyarakat untuk tetap bertahan di Indonesia dan tidak memilih untuk pergi. Ia menekankan pentingnya merangkul kembali mereka yang merasa kecewa, bukan justru mendiskriminasi. Pernyataannya disampaikan usai dilantik sebagai Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen periode 2024-2028 di Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Effendi juga menyoroti pentingnya pendidikan dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ia menyebut Universitas HKBP Nommensen sebagai salah satu upaya untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan dengan menjalin kemitraan dan memohon dukungan pemerintah.
Terkait dengan retreat kepala daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer Magelang, Effendi menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam membekali para pemimpin daerah, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman dalam pemerintahan. Ia menegaskan bahwa program ini harus berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara, serta mendukung pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.
Saat ditanya mengenai instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang meminta kepala daerah dari partainya menunda keikutsertaan dalam retreat tersebut, Effendi memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. Ia juga enggan memberikan tanggapan terkait penetapan tersangka dan penahanan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dengan alasan tidak mengetahui informasi tersebut.













