25 Jemaah Umrah Asal Padang Lawas Terlantar di Bandara Changi, Kemenag Sumut Tindak Travel

Berita, Nasional399 Views

SEKILAS SUMUT– Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mengambil tindakan terhadap salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang diduga telah menelantarkan 25 jemaah asal Kabupaten Padang Lawas di Bandara Changi, Singapura.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Bidang PHU Kanwil Kemenag Sumut, Muhammad Syaiful Anwar, membenarkan bahwa insiden tersebut melibatkan PPIU PT KJF. Menurutnya, kabar mengenai 25 jemaah umrah yang terlantar di Bandara Changi telah ramai diberitakan di media massa maupun media sosial, dan setelah ditelusuri, para jemaah tersebut memang diberangkatkan oleh PT KJF.

“Benar, jemaah umrah dalam pemberitaan tersebut berasal dari PT. KJF,” ujar Syaiful saat dimintai keterangan di Bandara Kualanamu, Medan, Sabtu (12/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa awalnya 35 jemaah umrah berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Singapura, dan dari jumlah tersebut, 25 orang direncanakan melanjutkan penerbangan ke Riyadh, Arab Saudi. Meski visa telah diterbitkan untuk semua jemaah, keberangkatan ke Riyadh tertunda karena pihak muasasa belum menerbitkan izin untuk menyambut mereka di Arab Saudi. Akibatnya, tiket pesawat mereka ditunda, dan karena waktu pemesanan telah habis (time limit booking), tiket hangus sebelum diganti.

“Selama menunggu kepastian dari pihak penjemput di Riyadh, tiket para jemaah dibatalkan karena habis masa berlaku pemesanannya. Saat mencoba mendapatkan tiket baru, belum berhasil, sehingga jemaah harus menunggu di Bandara Changi. Mereka diberangkatkan dari Kualanamu pada Selasa, 8 April 2025 pukul 20.00 WIB menggunakan Jet Star dan tiba di Changi pukul 22.30 waktu setempat,” jelas Syaiful.

Sementara itu, 10 jemaah lainnya masih tertahan di Medan dan diinapkan di Travel Hub Hotel dekat Bandara Kualanamu, karena penerbangan ke Singapura hanya tersedia untuk 25 orang. Mereka dijadwalkan berangkat ke Singapura keesokan harinya, 9 April 2025.

“Jemaah yang menunggu di Bandara Changi tetap diberi makan oleh pihak PPIU, dan pada akhirnya dipindahkan ke Kim Tian Hotel pada Rabu, 9 April 2025 pukul 18.00 waktu Singapura, setelah kurang lebih 18 jam menunggu di bandara,” tambahnya.

PPNS lainnya, Khairul Anwar, menyatakan bahwa Direktur PT KJF telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Ia juga mengakui kesalahan yang menyebabkan jemaah batal diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Pihak travel sudah mengakui kelalaiannya dan menyatakan siap bertanggung jawab,” ujar Khairul.

Saat ini, seluruh jemaah yang berjumlah 25 orang telah dipulangkan dari Singapura ke Indonesia dan tiba di Bandara Kualanamu pada pukul 18.30 WIB. Mereka kemudian diinapkan di Hotel Travel Hub bersama 10 jemaah lainnya yang sebelumnya tertahan di Medan, sehingga total ada 35 jemaah.

Direncanakan, pada Minggu, 13 April 2025 pukul 14.00 WIB, seluruh jemaah akan dipulangkan ke Padang Lawas dan bertemu dengan pihak PPIU untuk membahas penyelesaian.

“Kami dari PPNS tetap mendampingi para jemaah dalam pertemuan dengan pihak travel dan memastikan seluruh hak mereka terpenuhi. Kehadiran kami pun disambut baik oleh jemaah yang berharap kejadian ini mendapat penyelesaian yang layak,” pungkas Khairul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *