SEKILAS SUMUT– Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution, melakukan kunjungan ke Jembatan Sungai Oyo di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Nias Barat, pada Minggu (9/3/2025). Jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat banjir pekan lalu, menyebabkan gangguan signifikan terhadap mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Bobby menegaskan bahwa proses pembangunan jembatan akan dipercepat dengan koordinasi yang solid antara pemerintah provinsi dan Kabupaten Nias Barat. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menanggung biaya transportasi pangan selama perbaikan berlangsung guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sumut mengungkapkan bahwa proyek pembangunan jembatan ini telah masuk dalam perencanaan dengan alokasi dana sebesar Rp350 miliar. Anggaran tersebut mencakup pengaspalan serta pembangunan jembatan dari Simpang Miga hingga Sirombu, dengan target penyelesaian pada Desember 2025.
Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, melaporkan bahwa sejak jembatan terputus, harga pangan di wilayah tersebut mulai meningkat. Sebanyak tujuh kecamatan yang mencakup 98 desa mengalami keterisolasian akibat kondisi ini. Sebagai solusi sementara, pemerintah mempertimbangkan pembangunan jembatan darurat (Bailey), meskipun pengerjaannya baru bisa dimulai pada akhir April karena proses pengadaan material yang memerlukan waktu.
Selain itu, Bupati juga mengusulkan pembangunan jalan alternatif melalui Ulu Moroo menuju Desa Duria, Kecamatan Lolofitu Moi. Dengan anggaran sekitar Rp5 miliar, jalur ini dapat menjadi solusi cepat untuk mengatasi keterisolasian masyarakat. Gubernur Bobby pun menyatakan bahwa usulan tersebut akan dikaji lebih lanjut untuk memastikan langkah terbaik dalam menangani dampak putusnya Jembatan Sungai Oyo.
Dalam kunjungan ini, Gubernur Bobby didampingi oleh istrinya, Kahiyang Ayu, serta disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat bersama jajaran pemerintah daerah Kepulauan Nias.













