Rasyid Assaf Dongoran: Kader Militan Golkar yang Siap Bertarung di Musda Golkar Sumut 2025

Nasional, Politik476 Views

SEKILAS SUMUT– Dalam waktu dekat, DPD Partai Golkar Sumatera Utara akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua baru. Meskipun tahapan pencalonan dan jadwal pelaksanaan Musda belum diumumkan secara resmi oleh DPP Golkar, dinamika internal partai sudah mulai memanas dengan munculnya sejumlah nama kader potensial.

Beberapa tokoh yang mulai mencuat dalam pembicaraan internal di antaranya adalah Doli Sinumba Siregar, Irham Buana Nasution, Harianto Sitorus, dan Rasyid Assaf Dongoran—mantan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tapanuli Selatan pada tahun 2024.

Rasyid diketahui mengawali kiprahnya di Partai Golkar dari level bawah. Ia pernah menjabat Kepala Tata Usaha (KTU) dan menjadi Pengurus DPD Golkar Tapanuli Tengah selama sekitar dua tahun (2002–2004) di bawah kepemimpinan Jamaluddin Pohan. Setelah sempat nonaktif dari keanggotaan partai karena melanjutkan studi S-2 dan menjadi Aparatur Sipil Negara, Rasyid kembali aktif di Golkar pada 2017 sebagai Pengurus DPD Golkar Sumut di bawah kepemimpinan Ngogesa Sitepu, menjabat sebagai Ketua Biro Lingkungan Hidup.

Pada 2019, ia naik menjadi Wakil Ketua DPD Golkar Sumut di bawah pimpinan Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Ia juga pernah menjadi Sekretaris Panitia Musda DPD Golkar Sumut pada 2020, dan saat ini masih aktif sebagai Wakil Ketua dalam kepengurusan yang diketuai oleh Musa Rajekshah. Selain itu, Rasyid merupakan alumni angkatan pertama Sekolah Kepemimpinan dan Kebijakan Publik di Golkar Institute dan dinyatakan sebagai salah satu lulusan terbaik.

Menurutnya, Musda Golkar 2025 merupakan momen strategis karena pada Pilkada 2024 lalu ia tidak mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Dengan demikian, ia merasa memiliki energi penuh untuk kembali fokus membesarkan Partai Golkar di Sumatera Utara secara lebih profesional dan inklusif.

Rasyid yang baru menyelesaikan masa tugasnya sebagai Wakil dan Plt Bupati Tapsel pada Februari 2025, menyampaikan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi partai dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keinginannya maju memimpin Golkar Sumut sejalan dengan visinya membangun masyarakat yang maju, sebagaimana arah kebijakan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo – Gibran, serta mendukung visi pembangunan Provinsi Sumut di bawah Bobby Afif Nasution – Surya.

Ia menekankan bahwa Golkar harus menjadi partai yang aktif, kolaboratif, dan inklusif dalam mendukung kebijakan kepala daerah serta turut membangun Sumatera Utara secara konkret.

Aktivis sejak era reformasi 1998, Rasyid dikenal sebagai tokoh mahasiswa USU yang turut memimpin demonstrasi awal gerakan di Sumut, bahkan sebelum pecah di Jakarta. Ia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga tahun 2000 sebagai instruktur, dan bergabung ke Golkar dua tahun kemudian.

Kini, setelah menyelesaikan masa jabatannya di pemerintahan daerah, Rasyid berkiprah sebagai politisi, petani, dan konsultan di bidang lingkungan hidup, kehutanan, dan pertanian—sesuai dengan latar belakang pendidikan S-1 dan S-2 yang dimilikinya.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di Partai Golkar, dari level desa hingga provinsi, Rasyid menegaskan bahwa dirinya bukan kader yang “ujug-ujug” hadir, melainkan tumbuh bersama partai. Ia memahami betul karakter dan dinamika politik di internal Golkar yang mengedepankan musyawarah, keterbukaan, kedewasaan berpolitik, dan demokrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *