Adab Masuk Kamar Mandi dalam Islam

Berita, Nasional556 Views

SEKILAS SUMUT– Dalam Islam, adab ketika masuk ke kamar mandi memiliki aturan tersendiri yang perlu diperhatikan. Meskipun bagi sebagian orang hal ini tampak sepele, setiap perbuatan dalam Islam memiliki makna dan konsekuensinya. Berikut adalah beberapa adab yang sering kali terlupakan:

  1. Membaca Doa Sebelum Masuk
    Sama seperti aktivitas lainnya, sebelum memasuki kamar mandi, disunnahkan untuk membaca doa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi, Sayyidina Ali menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan ‘bismillah’.”

Sementara itu, dalam riwayat Anas bin Malik disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ berdoa:

“Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan). (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375)

  1. Mendahulukan Kaki Kiri Saat Masuk
    Rasulullah ﷺ selalu mendahulukan bagian kanan dalam berbagai aktivitas, namun ketika memasuki kamar mandi, yang didahulukan adalah kaki kiri. Hal ini karena kamar mandi dianggap sebagai tempat yang kotor. Sebaliknya, saat keluar, disunnahkan mendahulukan kaki kanan sebagai simbol telah bersih dari kotoran.

“Rasulullah ﷺ lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

  1. Tidak Berlama-lama di Kamar Mandi
    Kamar mandi adalah tempat yang sering menjadi sarang gangguan setan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk tidak berlama-lama di dalamnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya toilet ini dihadiri setan.” (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, dan dishahihkan oleh Syuaib al-Arnauth)

  1. Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat
    Ketika buang hajat, sebaiknya menghindari posisi yang mengarah langsung ke kiblat atau membelakanginya.

Dalam hadis dari Abu Ayyub Al-Anshari, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.” (HR. Bukhari no. 394 dan Muslim no. 264)

  1. Menggunakan Tangan Kiri untuk Beristinja’
    Dalam Islam, tangan kanan lebih diutamakan untuk aktivitas yang bersih seperti makan dan memberi salam, sementara tangan kiri digunakan untuk membersihkan diri setelah buang hajat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Janganlah pula ia beristinja’ dengan tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 153 dan Muslim no. 267)

  1. Tidak Berbicara atau Bernyanyi di Kamar Mandi
    Ketika berada di dalam kamar mandi, seorang Muslim dianjurkan untuk diam dan tidak berbicara, termasuk menjawab salam atau bernyanyi.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, diceritakan bahwa seseorang pernah melewati Rasulullah ﷺ yang sedang buang hajat, lalu mengucapkan salam kepadanya. Namun, Rasulullah ﷺ tidak membalasnya. (HR. Muslim no. 370)

  1. Membaca Doa Setelah Keluar
    Setelah keluar dari kamar mandi, dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

“Rasulullah ﷺ biasa setelah beliau keluar kamar mandi, beliau ucapkan ‘ghufronaka’ (Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu).” (HR. Abu Daud no. 30, At-Tirmidzi no. 7, Ibnu Majah no. 300, Ad-Darimi no. 680)

Mengetahui dan mengamalkan adab-adab ini sangat penting bagi seorang Muslim karena kamar mandi merupakan tempat yang dianggap kotor dan sering dihuni oleh setan. Dengan menerapkan tuntunan syariat, diharapkan aktivitas di kamar mandi tetap dalam koridor yang sesuai dengan ajaran Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *