Guterres Serukan Israel dan Hamas Tahan Diri Usai Berakhirnya Gencatan Senjata

Berita357 Views

SEKILAS SUMUT– Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyerukan kepada Israel dan Hamas untuk tetap menahan diri setelah berakhirnya tahap pertama kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh juru bicaranya pada Sabtu (1/3), Guterres menegaskan bahwa konflik yang kembali memanas dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat berbahaya.

“Enam pekan terakhir telah memberikan keamanan yang rapuh namun penting, sehingga memberi sedikit kelegaan bagi rakyat Palestina dan Israel,” ujar pernyataan tersebut, dikutip dari Antara, Minggu (2/3).

Guterres mendorong seluruh pihak untuk bekerja menuju tahap selanjutnya dari kesepakatan gencatan senjata. Ia juga menekankan pentingnya penghentian konflik secara permanen serta pembebasan seluruh sandera untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

“Sekretaris Jenderal terus mengupayakan pembebasan semua sandera dengan cara yang bermartabat, sesegera mungkin, dan tanpa syarat,” lanjut pernyataan itu.

Selain itu, ia menyoroti perlunya memastikan kelancaran bantuan kemanusiaan serta perlindungan bagi warga sipil, pekerja kemanusiaan, dan kelompok rentan lainnya. Guterres juga mendesak agar ketegangan di Tepi Barat segera diredakan, menegaskan bahwa PBB siap mendukung seluruh upaya perdamaian.

Kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang berlangsung sejak pertengahan Januari telah menghentikan sementara konflik di Gaza. Namun, perang yang terjadi sebelumnya telah mengakibatkan lebih dari 48.360 korban jiwa dan kehancuran besar di wilayah Palestina tersebut.

Sementara itu, Hamas menyatakan bahwa Israel masih belum memulai negosiasi untuk tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataannya kepada Anadolu, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada pelaksanaan semua tahapan kesepakatan.

“Hamas sepenuhnya siap untuk memulai pembicaraan mengenai tahap selanjutnya dari gencatan senjata,” ungkapnya.

Qassem juga menegaskan bahwa upaya Israel untuk meminta konsesi politik atau mengubah isi kesepakatan yang telah disepakati tidak akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *