Dua Mahasiswa di Padangsidimpuan Tipu Ratusan Teman, Raup Rp 1,2 M untuk Judi Online”

Nasional566 Views

SEKILASSUMUT– Dua mahasiswa asal Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Nanda Musandi Lubis (25) dan M. Adrian (25), kini harus berhadapan dengan hukum setelah diduga menipu ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS). Aksi mereka menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar. Saat ini, keduanya telah diamankan dan ditahan di Polres Padangsidimpuan.

Kasus ini terungkap setelah pihak kampus menemukan adanya ketidaksesuaian jumlah slip pembayaran uang kuliah yang diterima dengan data transaksi di Bank BNI. Dari 28 slip yang disetorkan mahasiswa, hanya enam yang terdata di bank. Kejanggalan ini mendorong pihak kampus untuk melakukan pengecekan lebih lanjut dengan pihak bank. Setelah dilakukan investigasi internal, beberapa mahasiswa mengaku telah membayar uang kuliah mereka melalui Adrian. Namun, setelah dicek, pembayaran tersebut ternyata tidak tercatat di sistem kampus selama dua semester pada tahun 2024.

Modus yang digunakan oleh kedua pelaku cukup rapi. Mereka menyebarkan brosur melalui WhatsApp, menawarkan jasa pembayaran uang kuliah dengan proses yang lebih cepat dan tanpa biaya administrasi. Iming-iming ini menarik perhatian banyak mahasiswa yang akhirnya mempercayakan pembayaran kuliah mereka kepada pelaku. Setelah menerima uang dari para korban, kedua pelaku kemudian memalsukan slip setoran dan menyerahkannya kepada mahasiswa sebagai bukti pembayaran, padahal uang tersebut tidak pernah benar-benar disetorkan ke pihak kampus.

Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa sekitar 273 mahasiswa menjadi korban dalam kasus ini. Saat diperiksa, Adrian mengakui bahwa ia tidak sendirian dalam melakukan aksi ini, melainkan bersekongkol dengan Nanda. Uang hasil penipuan itu pun digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti membeli motor vespa, pakaian, dan bermain judi online.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus ini, termasuk menelusuri dokumen-dokumen yang ditemukan di laptop milik pelaku. Sementara itu, hingga kini belum ditemukan keterlibatan pihak lain dalam kejahatan ini, namun kemungkinan adanya pelaku tambahan masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *