SEKILASSUMUT — Seorang pria bernama Imam Ghozali diduga menghabisi nyawa ibu kandungnya, Salamah (61), dengan cara menusuknya berulang kali menggunakan senjata tajam. Kejadian tragis ini berlangsung di kediaman korban pada Selasa (18/2/2025) sekitar pukul 23.15 WIB.
Tak lama setelah kejadian, pihak kepolisian berhasil menangkap Imam Ghozali di kawasan Karanganyar Gunung, tidak jauh dari rumahnya, berkat kerja tim dari Polrestabes Semarang. Kapolsek Candisari, Iptu Rudy, membenarkan penangkapan tersebut, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut dan menyarankan konfirmasi ke Polrestabes Semarang.
Moeh Ghozali, ayah pelaku, menyatakan keikhlasannya jika anaknya menerima hukuman berat, bahkan hukuman mati, atas tindakan keji tersebut. Ia mengaku baru mengetahui peristiwa itu keesokan paginya saat diberitahu oleh rekan kerjanya bahwa istrinya telah dibunuh. Saat tiba di rumah, ia mendapati jenazah istrinya telah dibawa ke masjid untuk disalatkan. Moeh Ghozali juga mengungkapkan bahwa Imam Ghozali, anak sulung dari lima bersaudara, sebelumnya pernah meminta rumah yang ditempati keluarga, yang memicu kemarahan adik-adiknya.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban sempat berteriak meminta tolong sebelum ditemukan bersimbah darah di teras rumahnya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Roemani Semarang, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara motif pembunuhan masih dalam penyelidikan, dugaan awal menyebutkan bahwa pelaku nekat menghabisi nyawa ibunya karena permintaan uangnya tidak dipenuhi. Dalam kondisi marah, ia kemudian menyerang korban dengan pisau, menyebabkan luka di tangan, punggung, dan dada sebelum melarikan diri.



















