Kemenag Sumut Minta Penyelenggara Haji Jauhi Praktik Penyimpangan dan Utamakan Pelayanan

Daerah, Nasional304 Views

SEKILAS SUMUT– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kakanwil Kemenagsu), H. Ahmad Qosbi, memberikan pesan penting kepada para penyelenggara haji di tingkat kabupaten dan kota agar menjaga integritas dan kesucian dalam penyelenggaraan ibadah haji, serta menjauhi segala bentuk penyimpangan.

Pesan ini disampaikan Qosbi saat memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis Penyelesaian Pramanifest Kloter Embarkasi Medan Tahun 1446 H / 2025 M yang diselenggarakan di Grand Kanaya Hotel Medan, pada Selasa, 8 April 2025.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat harus menjadikan penyelenggaraan haji sebagai sarana ibadah dan ladang amal, bukan sebagai lahan bisnis. Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang sakral dan bermakna bagi umat Islam.

Ahmad Qosbi juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan penyelenggaraan ibadah haji demi kepentingan pribadi, terutama dengan menyalahgunakan data jemaah. Ia menyinggung adanya kasus pemalsuan data kependudukan oleh oknum pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, dan menegaskan bahwa tindakan serupa tidak boleh terulang. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberlakukan.

Ia mengimbau kepada seluruh pegawai yang bertugas di bidang haji untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan sesuai regulasi. “Kita harus bersyukur karena diberi kesempatan dan kekuatan untuk melayani Tamu Allah, yang memiliki nilai pahala sangat besar,” ujarnya.

Qosbi kembali menekankan bahwa ibadah haji adalah bentuk ibadah suci yang tidak boleh dijadikan ajang permainan. Ia menyebutkan tiga pelanggaran berat terkait penyalahgunaan kuota haji, yaitu mengambil hak orang lain, memalsukan data, dan menerima uang yang bukan haknya dari jemaah sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Terakhir, ia mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk mengabdikan diri dalam pelayanan jemaah dengan niat tulus karena Allah SWT. “Pahala melayani satu jemaah haji lebih besar daripada pahala sebesar Gunung Uhud. Maka, layanilah mereka dengan sepenuh hati. Jika keikhlasan itu tercapai, maka rahmat Allah akan menyertai,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *